Almitra, nama anak gadis ini suatu hari ikut ibunya bekerja, dan disitulah ia bertemu dengan Mustafa, seorang penyair puisi yang terkenal di daerah itu..
Karyanya begitu dikagumi oleh penduduk setempat.. Oleh karena itu saat ia diijinkan pulang ke kampung halamannya banyak orang menyambutnya.. Pesta, makan2 dan oleh2 ia dapatkan karena banyak orang terinspirasi karyanya..
Sayangnya, puisi yang ia tulis dianggap kriminal dan kepulangannya hanyalah akal-akalan pemerintah setempat agar ia dan karyanya dimusnahkan..
Beberapa puisi yang ia sampaikan adalah mengenai kebebasan, hubungan orang tua dan anak, hidup dalam pernikahan, pekerjaan, percintaan dan masih banyak lagi..
Tapi pada akhirnya, Mustafa tidaklah selamat.. Bukan itu akhir yang ingin disampaikan, tetapi bagaimana kebijaksanaan dan pikiran yang tajam mampu menyelesaikan pergumulan-pergumulan..
Film ini selain menginspirasi secara alur cerita dan puisi juga menarik secara visual dengan berbagai teknik pewarnaan dan penggambaran.. Beberapa menggunakan pewarnaan digital dengan efek layaknya cat air, cat minyak dan krayon, serta juga pensil warna dan juga berbagai tema gambar seperti minimalis, art deco dan art nouvo..




No comments:
Post a Comment